Puisi

Ketika Bumi tergoncang gempa
Gelisah merana dalam dada
Ketika diri melangkah renta
Getar terasa dalam jiwa

Jeritan tangis terus terngiang
Gugup berucap dalam raga
Akan hadirnya harapan cerah…
Walau hanya berharap saja

Tuhan……Ampuni Kami…..
Saat khilaf, tak segera memohon ampun
Saat bahagia. Kami sering melupakan-Mu
Hingga marahmu tak terbendung lagi

Kehancuran terus terjadi….
Ketakutan terus menghampiri
Kini semua tak seindah dulu
Tak seindah saat kita mengabdi penuh..

Dengan sejatinya kami menerima
Dan memulai kehidupan baru
Walau kerabat tak lagi bersama
Tuhan….Dekatkanlah hati kami..

Hati kami yang telah tergores luka
Luka yang kami yakini pencipta cinta
Cinta hamba pada-Mu Ilahi…
Cinta kami pada Makhluk-Mu

9 thoughts on “Puisi

    • Terima kasih A..
      Terima kasih juga atas sambutan hangatnya kopdar kemarin..
      salam kenal.. panggil saja saya bulbul..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s